3 Siksaan Pedih Bagi Penyebar Fitnah, Isu dan Gosip Murahan

Menfitnah merupakan penyakit lisan yang nyaris menjadi buah bibir manusia. Dengan arti sempit fitnah adalah menuduh dengan tuduhan bohong.

Menurut syar’i, fitnah disebut dengan An Namimah. Yaitu menyebarkan informasi dengan memburuk-burukan orang lain.

Allah SWT berfirman:

هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

“Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghamburkan fitnah” (Q.S Al Qalam: 11)

Sungguh fitnah adalah perbuatan kejam. Wal fitnatu asyaddu mina’l qatl, dan fitnah itu lebih kejam dan lebih besar bahayanya dari pembunuhan.

Dampak fitnah sangat besar bagi orang yang kena fitnah. Maka penyebar fitnah pantas diancam dengan ancaman yang keras, di antaranya:

Pertama, Diberi Julukan ‘Manusia Terburuk’
Rasulullah saw memberi julukan dengan seburuk-buruk manusia bagi orang yang menyebarkan ditnah.

Beliau bersabda, “Inginkah kalian aku beritahukan mansia terburuk diantara kalian?”

Para sahabat menjawab: Ya, Beliau SAW bersabda, “Yaitu orang-orang yang ke sana ke mari menyebar fitnah,

yang memecah belah di antara orang yang saling mencintai dan meniupkan aib kepada orang-orang yang tidak berdosa/bersalah”. (HR Ahmad).

Kedua, Disiksa di Dalam Kubur
Pada suatu kesempatan Rasulullah SAW melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda “Sesungguhnya keduanya saat ini sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa karena melakukan dosa besar.

Adapun salah seorang dari keduanya, dulunya berjalan (kesana kemari) menghambur fitnah. Sedangkan yang satunya tidak bersih selesai kencing.” (HR. Bukhari dan muslim).

Pelaku fitnah akan mendapatkan siksa dan kesengsaraan yang pedih di alam kubur.

Ketiga, Tidak Masuk Surga
Orang yang suka menyebar fitnah, gosip dan isu akan sangat sengsara. Ia diharamkan mencicipi kenikmatan di surga.

Nabi SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga Nammaam (orang yang suka menyebar fitnah)” (HR Bukhari dan Muslim).

About namiradistro

Check Also

Suami, Suapilah Istri Dan Anakmu Saat Makan, Lalu Lihat Bagaimana Rejeki Datang Melimpah Pada Keluarga

Amalan mudah ini seringkali ditinggalkan dan jarang sekal diamalkan, namun jika Anda istiqomah melakukannya, Insya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − seven =