Agar Selamat Sampai Tujuan, Bacalah Doa-doa Ini Saat Bepergian dan Kembali Pulang

Islam menuntun umatnya untuk meraih keselamatan dan mencegah mudharat. Sehingga islam mengatur semua aspek keidupan manusia.

Salah satunya ketika dalam perjalanan. Tuntunan yang dianjurkan seperti berdoa ketika akan berangkat bepergian.

Rasulullah juga menganjurkan supaya banyak berdoa dalam perjalanan sebagaimana sabdanya:

“Tiga waktu dikabulkan doa yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) doa orang yang terzalimi, (2) doa seorang musafir, (3) doa orang tua kepada anaknya.” (HR Ahmad, At Tirmidzi, Ibnu Majah)

Ini beberapa doa yang hendaknya dibaca saat melakukan perjalanan. Dengan doa ini, semoga Allah memberi perlindungan di tengah perjalanan.

Pertama, Membaca Doa Keluar Rumah

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda: “Jika seseorang keluar rumah, lalu dia mengucapkan ‘Bismillahi Tawakkaltu ‘Alallah, Laa Hawla wa Laa Quwwata Illaa Billah’

(Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya).

Maka dikatakan ketika itu: ‘Engkau akan diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga’. Setan pun akan menyingkir darinya.

Setan yang lain akan mengatakan: ‘Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan?” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Kedua, Membaca Doa Ini
Maksudnya setelah membaca doa keluar rumah maka dilanjutkan dengan membaca doa di bawah ini:

بِسْمِ اللهِ الَّذِىْ لاَيَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى اْلاَرِضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Bismillahilladzi laa Yadhurru Ma’asmihi Syai’un fil Ardhi wa la Fis Samaa’i wa Huwas Sami’ul Aliim.

Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya sesuatu itu tidak berbahaya di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Mengetahui.

Barang siapa membaca doa ini tiga kali di waktu pagi dan petang maka dengan idzin Allah tidak akan dicelakakan oleh makhluk-makhluk, tidak akan teracuni.

Ketiga, Membaca Doa Bepergian

اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، (سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ) اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَـٰذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَـٰذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْلِ

Allahu akbar (3x), (Subhaanal-ladzii Sakh-khoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin.Wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun).

Allahumma innaa Nas-aluka fii safarinaa haadzal birro wat-taqwaa, wa minal ‘amali maa tardhoo.

Allaahumma hawwin ‘alainaa safaronaa haadzaa wathwi ‘annaa bu’dah,Allahumma antash-shoohibu fis-safari wal kholiifatu fil ahli,

Allahumma innii a’uudzu bika min wa’tsaa-is-safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

Allah Maha Besar (3x). (Maha Suci Allan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.

Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat). Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang meridhakanMu.

Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku).

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang jelek dalam harta dan keluarga.

Dan ketika kembali pulang dari bepergian, maka bacalah doa ini:

آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ

Aayibuuna taa-ibuuna ‘aabiduuna lirobbinaa haamiduun.

“Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Tuhan kami.” (HR Muslim)

Keempat, Membaca Doa Saat Naik Kendaraan

بِسْمِ اللَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Bismillaah, Alhamdulillaah, (Subhaanalladzii sakh-khoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin.

Wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun). Alhamdulillah (3x), Allahu Akbar (3x), Subhaanakallaahumma innii zholamtu nafsii faghfir lii, fa-innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, (Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.

Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Maha Besar (3x).

Maha Suci Engkau ya Allah, sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi)

About namiradistro

Check Also

Kucing Yang Menolak Injak Al Quran ini Jadi Viral, Seperti ini Videonya

“SubhanAllah”, inilah ucapan pertama kali yang keluar dari bibir para pengguna media sosial ketika menyaksikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 9 =