Hadiah Bagi Pemuda yang Berbakti kepada Orang Tua, Raih Rezeki Berlimpah dan Berkah

Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban anak

Berikut adalah kisah luar biasa dari seorang pemuda yang mendapatkan balasan dari Allah SWT karena perbuatan baiknya pada orang tua. Ia dilimpahi rezeki berlimpah dan berkah yang datang dari arah yang tak diduga-duga.

Dikisahkan, suatu daerah terdapat seorang laki-laki yang memiliki empat anak. Suatu saat, sang ayah sedang sakit.

Salah satu dari anaknya (anggap saja Fulan), berbicara kepada tiga saudaranya bahwa jika salah satu dari mereka mengurus ayahnya, maka ia tak berhak mendapat harta warisan, saat sang ayah meninggal.

Bahkan dirinya pun juga tak berhak untuk mendapatkannya.

“Begitu juga dengan aku. Jika aku mengurus ayah, maka aku tak berhak mendapat harta warisan,” ucapnya.

Namun, anehnya si Fulan justru mengambil jalan ini. Ia menghabiskan waktunya untuk mengurus sang ayah. Hingga suatu saat, ajal ayahnya pun tiba. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Beberapa waktu selepas kepergian sang ayah, si Fulan bermimpi. Dalam mimpinya itu, ada yang berkata kepadanya,

“Pergilah ke suatu tempat! Di sana, engkau akan mendapati uang seratus dinar, namun tak ada berkah sama sekali. Ambillah!”

Keesokan harinya, ia pun berdiskusi dengan sang istri. Lalu, istrinya menyuruhnya untuk mengambil uang tersebut. Namun ia dengan tegas menolak permintaan istrinya.

Pada malam berikutnya, ia kemudian bermimpi lagi ang dikatakan sama, hanya saja nominalnya berbeda,

“Pergilah ke suatu tempat, di sana ada uang sepuluh dinar. Namun tak mengandung berkah. Ambillah!”

Lalu, ia kembali berdiskusi dengan sang istri tentang mimpi yang dialaminya tersebut.

Masih sama seperti sebelumnya, sang istri pun menyuruhnya untuk mengambil uang tersebut. Begitu juga halnya dengan Fulan, ia menolak dengan tegas perintah istrinya itu.

Hingga, malam ketiga pun ia kembali bermimpi. Namun, pada mimpinya kali ini, yang dikatakan suara itu berbeda,

“Pergilah ke suatu tempat. Di sana ada uang satu dinar namun mengandung keberkahan. Ambillah!”

Kali ini, tanpa berdiskusi dengan istrinya seperti sebelumnya, ia langsung menuju tempat yang dimaksud dan berniat untuk mengambilnya.

Sepulangnya dari mengambil uang tersebut, si Fulan bertemu dengan seorang penjual ikan. Ia hanya menjual dua ikan. Kemudian, Fulan bertanya berapa harga ikan itu, “Berapa kau jual dua ikan itu?”

“Satu dinar,” jawab penjual ikan itu.

Ia pun kemudian membelinya dan membawa pulang ke rumah. Di rumah, ikan itu dibelah perutnya dan ternyata di dalam perut masing-masing ikan itu terdapat satu mutiara yang sangat bagus.

Ia pun kemudian membawa satu mutiara kepada raja yang berkuasa di daerah setempat. Sang raja pun memberinya uang yang sangat banyak karena mutiara tersebut.

Sang raja berkata, “Mutiara ini kurang lengkap jika tidak disertai dengan saudaranya (mutiara satunya). Datangkan lagi ke sini! Aku akan beri kamu uang yang sama seperti yang pertama”.

Ia pun pulang ke rumah untuk mengambil mutiara yang satunya. Mutiara itu pun diberikan ke raja dan raja memberikan uang sebagaimana yang telah dijanjikannya.

Hikmah Kisah

Kisah ini tertulis dalam kitab al-Nawadir karya Ahmad Shihabuddin al-Qulyubi. Banyak hikmah dan pembelajaran yang bisa kita dapatkan dari kisah di atas, beberapa di antaranya ialah sebagai berikut:

Ganjaran yang luar biasa bagi anak yang berbakti
Dari kisah tersebut dapat diketahui bahwa berbakti kepada orang tua adalah suatu sumber keberkahan yang luar biasa bagi anak.

Jadi, penting bagi kita untuk selalu berbuat baik dan menjaga orang tua. Termasuk merawatnya ketika ia sudah dalam keadaan lemah atau sakit.

Keberkahan dari rezeki adalah segalanya
Berkah menurut para ulama adalah bertambahnya kebaikan. Berkah itu menjadi inti dari segala hal yang dimiliki setiap umat Islam.

Percuma memiliki harta yang banyak jika tak ada keberkahan di dalamnya, maka tentu tak akan bernilai apa-apa. Begitu pula sebaliknya, harta yang sedikit akan bernilai besar jika diikuti dengan keberkahan di dalamnya.

Keberkahan itulah yang kelak akan menuntun kita pada berbagai kebaikan. Bukan justru dalam kebinasaan.

Bersegara dalam mengerjakan kebaikan
Si Fulan yang tidak berdiskusi dengan sang istrinya saat akan mengambil uang satu dinar tetapi berkah tersebut menunjukkan betapa pentingnya untuk menyegerakan perbuatan baik.

Saat seseorang yakin bahwa yang ia kerjakan benar-benar baik, maka hendaknya ia langsung mengerjakannya tanpa menunggu lama.

Semoga kia semua bisa mengambil pelajaran atas kisah diatas. Dan semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang berbakti kepaa orang tua serta menyegerakan kebaikan.

About namiradistro

Check Also

Suami, Suapilah Istri Dan Anakmu Saat Makan, Lalu Lihat Bagaimana Rejeki Datang Melimpah Pada Keluarga

Amalan mudah ini seringkali ditinggalkan dan jarang sekal diamalkan, namun jika Anda istiqomah melakukannya, Insya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + 11 =