Kisah Pilu Gadis Cantik Penjual Kopi di Sukabumi, Putus Sekolah hingga Raport Ditahan

Banyak dari mereka yang nasibnya kurang beruntung tak bisa merasakan pendidikan lantaran ketiadaan biaya. Hal inilah yang dirasakan oleh Feby Ayu Arianti, seorang gadis cantik asal Sukabumi yang menjadi penjaga warung kopi milik orang tuanya karena tak lagi bersekolah.

Sosok Feby menjadi sorotan lantaran ia ternyata memiliki bakat yang luar biasa. Dilansir dari Kumparan.com (02/03/2020), gadis 17 tahun itu dikenal mahir menggambar dan menguasai bahas Inggris. Sayang, ia harus puas bersekolah hingga menggenggam ijazah SMP lantaran tak bisa menyelesaikan pendidikan SMA-nya lantaran terkendala biaya.

Putus sekolah karena ketiadaan biaya hingga raport ditahan pihak sekolah
Ketiadaan biaya menjadi penyebab Feby tak lagi melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Alhasil, ia kini mengisi kegiatan sehari-harinya dengan membantu kedua orang tuanya menjaga warung kopi dan berjualan makanan ringan. Sang ibu, Yani Hendrayani, juga menceritakan bahwa raport Feby juga masih ditahan oleh pihak sekolah karena tak mampu membayar biaya kelulusan. Feby dulunya masuk SMP selama setahun di Sukabumi dan melanjutkan tahun keduanya di Jakarta karena dibawa sang ayah.

Feby saat menjaga warung kopi milik kedua orang tuanya
Karena tak bisa membiayai sekolahnya, ia kembali pulang ke Sukabumi dan kembali sekolah kelas 3 SMP hingga lulus. “Pas kelulusan ijazah dan rapotnya masih di sekolah, kami enggak bisa bayar. Waktu itu sekitar Rp 1 juta katanya pas ujiannya pakai komputer. Diberi keringanan lagi jadi Rp 700 ribu, tapi tetap saja enggak bisa bayar,” ucap Yani sang ibu yang dikutip dari News.detik.com (05/03/2020).
Dikenal pandai berbahasa Inggris dan memiliki bakat menggambar
Meski putus sekolah, sosok Feby menjadi perhatian lantaran ia memiliki bakat menggambar di atas rata-rata. Ia kerap menyelesaikan beberapa sketsa wajah dan menuai apresiasi dari orang sekitarnya. Tak jarang Feby juga mendapatkan order menggambar meski tak setiap hari didapatkannya. Untuk sekali gambar, ia mengaku mendapatkan uang sebesar Rp 20 ribu.

Feby dan salah satu gambar sketsa buatannya
Tak hanya menggambar, gadis 17 tahun itu juga diketahui mahir menggunakan bahasa Inggris dan kerap mengajak kawan-kawannya ngobrol. Kemahirannya itu didapatkan dari kebiasaan Feby membaca buku dan menonton tayangan televisi, serta berbicara dengan mereka yang menguasai bahasa Inggris. “Saya biasa belajar Bahasa Inggris dari membaca buku, nonton tv, mengobrol sama orang yang bisa bercakap Inggris,” ucap Feby yang dikutip dari Sukabumiupdate.com (02/03/2020).

Kisahnya mendapat perhatian dari pemerintah dan dibantu untuk kembali bersekolah
Kisah Feby dan kelebihan yang dimilikinya, kemudian menjadi perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) Bojongjengkol dan Muspika Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. Mereka (Pemdes dan pihak kecamatan) berniat membantu Feby agar bisa kembali meneruskan pendidikan ke jenjang SMA yang terhenti lantaran ketiadaan biaya.

Talenta yang dimiliki oleh Feby, menjadi perhatian pihak Pemdes dan kecamatan setempat yang kemudian mendorongnya agar kembali bersekolah. “Insya Allah pada tahun ajaran baru akan dimasukkan sekolah di Kecamatan Jampang Tengah. Tadi juga ditanya anaknya, ternyata minat untuk melanjutkan sekolah cukup semangat,” ucap Kepala Desa (Kades) Bojongjengkol, Dadan Sutisna yang dikutip dari Sukabumiupdate.com (02/03/2020).

Lewat bakat menggambar dan kemampuannya berbicara menggunakan bahasa Inggris, Feby akan kembali melanjutkan sekolahnya yang dahulu terputus lantaran ketiadaan biaya. Semoga saja, bantuan yang diberikan bisa memberikan manfaat yang mengantarkan Feby meraih prestasi di sekolah. Doakan ya Sahabat Boombastis.

About namiradistro

Check Also

Kisah Menyedihkan di Balik Pemulung Gendong Mayat Anaknya karena Tak Mampu Bayar Ambulans

Kisah Menyedihkan di Balik Pemulung Gendong Mayat Anaknya karena Tak Mampu Bayar Ambulans Kisah, Supriono …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *