Kisah Turiyan, Meski Alami Lmpuh, Ia Hidup Mandiri Gunakan Mobil-Mobilan Buata Sendiri

Kisah Turiyan, Meski Alami Lumpuh, Ia Hidup Mandiri Gunakan Mobil-mobilan Buata Sendiri

Senyum Turiyan (57) mengembang setelah menerima bantuan dari pembaca KOMPAS.com, Sabtu (20/6/2020).

Turiyan mengatakan, bantuan itu akan digunakan untuk membangun teras di depan dan di samping rumahnya.

“Saya akan gunakan untuk membangun teras. Supaya kalau saya kerja tidak di dalam rumah,” katanya.

Baca juga: Kisah Turiyan, Alami Lumpuh 47 Tahun, Gunakan Mobil-mobilan Pengganti Kursi Roda

Bantuan untuk Turiyan berasal dari donasi pembacaKOMPAS.com yang terkumpul sebesar Rp 15.058.314.

Donasi itu terkumpul melalui situs penggalangan dana online, kitabisa.com. “Terima kasih bantuannya. Semoga bisa ketemu lagi dengan saya,” kata Turiyan.

Turiyan menerima bantuan hasil dari donasi itu dengan didampingi oleh adiknya, Paingan.

Selama ini, Paingan yang merawat Turiyan. Meskipun keduanya sudah hidup di rumah yang berbeda.

Baca juga: Tunanetra yang Setia Rawat Istri dan Anak yang Gangguan Jiwa Terima Bantuan dari Pembaca Kompas.com

Turiyan hidup seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya, sedangkan Paingan membangun rumah sendiri tepat di samping rumah Turiyan.

“Terima kasih sebelumnya kakak saya dapat bantuan. Kakak saya inginnya dibuat teras supaya kalau hujan, airnya tidak mengenai pintu rumah. Juga kalau kerja tidak selalu di dalam rumah,” kata Paingan.

Turiyan merupakan warga di RT 041 RW 007 Dusun Lepur, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang yang menderita cacat fisik. Kedua kakinya lumpuh.

Bentuk kakinya mengecil dan tidak bisa difungsikan layaknya kaki pada umumnya.

Kedua tangannya juga cacat meskipun masih bisa difungsikan.

Kelumpuhan fisik itu diderita Turiyan sejak kelas 2 sekolah dasar (SD).

 

Ketika itu, Turiyan yang merupakan anak ketiga dari sembilan bersaudara mengalami kecelakaan.

Turiyan yang masih berumur sekitar 10 tahun mandi di sungai bersama teman-temannya.

Nahas, dia terjatuh saat melompati bebatuan. Kedua kakinya terperosok di antara batu dan menimpanya.

Sejak saat itu, Turiyan tidak bisa berjalan. Berbagai pengobatan telah dilakukan, tapi hasilnya tidak maksimal.

Kaki Turiyan mulai paha sampai ke telapak kaki lumpuh dan kondisinya mengecil.

Baca juga: Terima Kasih Pembaca Kompas.com, Rosma yang Lumpuh dan Terlantar Kini Gizinya Tercukupi

Turiyan berjalan menggunakan tangannya karena kakinya sudah lumpuh.

Lalu di usia 20 tahun, Turiyan berinisiatif membuat mobil-mobilan dari kayu yang bisa ditumpanginya untuk berjalan.

 

 

 

 

Sumber Artikel : beritaindonesia . today/2021/02/kisah-turiyan-meski-alami-lumpuh-ia.html

About namiradistro

Check Also

Hujan Air Mata, Ibu dan Anak Menangis Ditinggal Mudik dan Tak akan Kembali Lagi

Sebuah video yang memperlihatkan perpisahan antara baby sitter dengan anak yang diasuhnya viral dan membuat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 19 =