Langit Warna-warni yang Muncul Setelah Gempa Mengguncang Kota Malang Jadi Sorotan, Presenter Arie Untung Heran dan Bertanya-tanya: Ada yang Paham Ini Fenomena Apa?

Baru-baru ini fenomena alam kembali menjadi sorotan.
Berlangsung setelah gempa bumi mengguncang Kota Malang, Jawa timur, fenomena langit berwarna-warni itu santer menjadi perbincangan.
Tak hanya satu atau dua warganet saja, namun fenomena alam itu tampak ramai dibagikan masyarakat dari berbagai platform.

Terpantau dari berbagai media sosial, sebuah foto dan video berbondong-bondong memperlihatkan kondisi langit tengah tertutup awan.
Uniknya, dari awan yang menutupi langit itu tampak memancarkan warna bak pelangi.
Ramai diperbincangkan warganet, fenomena alam itu disebut-sebut muncul usai gempa mengguncang kota Malang, Sabtu (10/4/2021) kemarin.
Sebagaimana yang kita ketahui, gempa bermagnitudo 6.1 itu telah mengakibatkan sejumlah kerusakan yang cukup parah.

Bak belum selesai dua yang melanda Kota Malang, baru-baru ini presenter Arie Untung justru dibuat keheranan dengan fenomena unik tersebut.

“Fenomena pasca gempa yang terjadi kmrn di langit Malang. Ada yang paham ini fenomena apa?” tulis Arie Untung di Instagram.

Postingan Arie Untung

Ya, dibuat heran dan bertanya-tanya, akhirnya postingan Arie Untung dibanjiri berbagai respon dari warganet.
Sementara itu, diwartakan dari Kompas.com, Minggu (11/4/2021), astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo angkat bicara.
Menurut Marufin Sudibyo, langit warna-warni itu disebut sebagai fenomena atmosfer yang iritasi atau cloud irisdence.

“Ini fenomena atmosfer murni akibat adanya sumber cahaya kuat (Matahari) dan penghalang awan yang bagian tepinya lebih tipis,” ujar Marufin kepada Kompas.com, Minggu (11/4/2021).
Selain itu, ia juga mengatakan apabila cahaya tersebut akan muncul saat menilik jarak sudut antara warna-warna yang terlihat dengan posisi Matahari relatif kecil (kurang dari 45 derajat).
Alhasil, fenomena ini diibaratkan Marufin Sudibyo seperti saat seseorang bermain gelembung sabun di tempat terang pada siang hari.
Pada gelembung akan terlihat pendaran warna-warna pelangi yang disebabkan oleh difraksi cahaya Matahari atau partikel-partikel nano yang menyusun lapisan tipis gelembung sabun.

“Karena sinar Matahari merupakan gabungan warna pelangi, maka saat terdifraksi dia akan membentuk warna-warna pelangi juga. Bukan sebagai pola gelap dan terang,” lanjut dia.
Terkait fenomena cloud irisdence yang terjadi pada Sabtu (10/4/2021) siang, Marufin mengatakan, hal itu terjadi saat cahaya Matahari terhalangi oleh awan-awan tinggi.

Sumber Artikel: today .line.me/id/v2/article/L5mMjV

About namiradistro

Check Also

Aurel Hermansyah Diminta Mertua Untuk Tak Langkahi Suami, Atta Halilintar Singgung Perceraian

Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah dapat wejangan berumah tangga dari Halilintar Anofial Asmid dan Lenggogeni …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − nine =