MASYA ALLAH, Begini Penampakan Hajar Aswad Difoto dengan Resolusi 49 Ribu MP, Butuh Waktu 50 Jam

Untuk pertama kalinya Pemerintah Arab Saudi merilis foto Hajar Aswad dengan resolusi tinggi.

Bak sejarah baru, hasil potret Hajar Aswad yang baru pertama kali ini dilakukan berhasil membuat banyak orang takjub.

Tak hanya indah, potret Hajar Aswad ini akhirnya membuat umat Islam bisa melihat penampakan batu surga tersebut dengan sangat-sangat jelas.

Mengutip dari Tribunnews.com, Apa Itu Hajar Aswad? Berikut Foto Hajar Aswad yang Bisa Dilihat Lebih Jelas, diyakini, lokasi Hajar Aswad menjadi satu di antara tempat mustajab untuk berdoa.

Bagi jamaah yang menunaikan ibadah umrah maupun ibadah haji, bisa mencium Hajar Aswad merupakan hal yang dinantikan.

Lantas, apa itu Hajar Aswad

Foto close up batu Hajar Aswad yang difoto dengan resolusi tinggi (Instagram/reasahalharmain)
Dikutip dari Kemenag.go.id, Hajar Aswad merupakan batu hitam yang diyakini sebagai batu surga.

Batu ini adalah batu rubi yang diturunkan Allah dari surga melalui Malaikat Jibril.

Letaknya, berada di sudut Ka’bah dalam Masjidil Haram.

Batu tersebut, juga menjadi penanda dimulainya ibadah thawaf.

Tentang Hajar Aswad

Awalnya, Hajar Aswad merupakan batu yang ditemukan oleh Nabi Ibrahim as dan Ismail as, saat membangun Ka`bah.

Selanjutnya, dilakukan pemugaran Ka`bah sekitar lima tahun sebelum Nabi Muhammad diangkat sebagai Nabi dan Rasul, yaitu usia 35 tahun.

Hal itu dilakukan karena adanya beberapa kerusakan.

Pemugaran dilaksanakan berdasarkan kesepakatan para pemuka kabilah suku Quraisy yang ada di kota Mekah.

Namun, perselisihan makin memuncak antara tokoh masyarakat Quraisy saat menentukan siapa yang berhak untuk menempatkan kembali batu tersebut setelah pemugaran.

Hingga akhirnya Nabi Muhammad menjadi penengah.

Kemudian, Nabi Muhammad menghamparkan kainnya dan menempatkan Hajar Aswad di atas bentangan kain.

Rasulullah SAW meminta setiap pemuka kabilah Quraisy memegang masing-masing sudut dan sisi kain tersebut.

Dilakukan bersama-sama, kain diangkat untuk membawa Hajar Aswad ke tempatnya semula.

Rasulullah SAW pun mengangkat batu tersebut dan meletakkannya ke tempat semula.

Hajar Aswad pun menandai titik dimulainya keliling dan berakhirnya tawaf.

Tawaf merupakan ritual di mana para peziarah mengelilingi Ka’bah tujuh kali berlawanan arah jarum jam untuk menyelesaikan haji atau umrah.

Foto Hajar Aswad Tampak Lebih Jelas

Adapun sebagai informasi, saat ini pemerintah Arab Saudi telah merilis foto Hajar Aswad beresolusi tinggi.

Artinya, ini adalah pertama kalinya gambar Hajar Aswad di Mekah, kota suci Islam dapat terlihat jelas.

Hal tersebut diumumkan oleh sebuah badan pemerintah Saudi.

Foto Hajar Aswad memiliki resolusi hingga 49.000 megapiksel, sebagaimana dikutip dari CNN.

Dalam siaran persnya, Presidensi Umum Urusan Masjid Agung Saudi dan Masjid Nabawi mengatakan tentang lama pengambilan foto.

Dalam prosesnya, membutuhkan waktu lebih dari 50 jam untuk melakukan foto tersebut dan dikembangkan lebih jauh.

Proses Pengambilan Foto Hajar Aswad

Presidensi Umum bekerja sama dengan agen teknik Dua Masjid Suci untuk mengambil 1.050 foto Hajar Aswad.

Masing-masing foto berukuran 160 gigabyte.

Menurut pihak berwenang, batu dibidik selama tujuh jam.

Adapun teknik foto yang digunakan disebut penumpukan fokus.

Menurut Digital Photography School, teknik foto itu menggabungkan beberapa foto dengan titik fokus berbeda untuk menjaga ketajaman produk akhir.

“Ini penting karena dalam arti ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Afifi al-Akiti, seorang rekan dalam studi Islam di Universitas Oxford, yang tidak terlibat dalam proyek tersebut kepada CNN, dikutip dari Kontan.co.id.

“Seseorang melihat bahwa itu sebenarnya bukan hitam, misalnya …”

“Seperti yang saya pahami, ini pertama kalinya ada foto digital batu yang diperbesar dan orang dapat melihat batu itu dari dekat dan secara pribadi.”

“Dalam tradisi Muslim, ini dianggap sebagai peninggalan suci,” tambahnya.

Selanjutnya, penumpukan foto adalah proses menggabungkan ratusan gambar yang diambil dari berbagai bagian subjek pada panjang fokus berbeda.

Dimaksudkan untuk membuat satu bidikan dalam resolusi tinggi.

Setelah 7 jam pemotretan, tim membutuhkan waktu 50 jam lagi untuk menggabungkan 1.050 foto.

Sehingga menghasilkan gambar dengan resolusi 49.000 megapiksel.

Sementara itu, mengutip National News, batu hitam atau Hajar Aswad ditempatkan oleh Nabi Muhammad di Kabah pada tahun 605 M.

Hajar Aswad terdiri dari delapan buah batu kecil yang ditempelkan pada sebuah batu besar dibungkus dengan bingkai perak.

Hajar Aswad pun menandai titik dimulainya keliling dan berakhirnya tawaf.

Tawaf merupakan ritual di mana para peziarah mengelilingi Ka’bah tujuh kali berlawanan arah jarum jam untuk menyelesaikan haji atau umrah

About namiradistro

Check Also

Suami, Suapilah Istri Dan Anakmu Saat Makan, Lalu Lihat Bagaimana Rejeki Datang Melimpah Pada Keluarga

Amalan mudah ini seringkali ditinggalkan dan jarang sekal diamalkan, namun jika Anda istiqomah melakukannya, Insya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − seven =