MasyaAllah, Seorang Hafidz Al-Quran Yang Meninggal Dalam Keadaan Tersenyum, Semoga Husnul Khotimah

Sebuah foto menggetarkan hati netizen viral di Instagram dan muncul di beranda explore (pencarian) di Instagram.

Dalam foto tersebut nampak jenazah pria yang terbaring memejamkan mata sambil tersenyum.

Foto ini diunggah oleh akun Instagram bernama Reza Jannata dan muncul di beranda pencarian foto populer di Instagram.

Sosok pria ini memang tak banyak dikenal oleh banyak orang.

Namun fotonya yang terlihat tenang seperti orang tidur itu, menarik perhatian netizen.

Tak sedikit netizen yang tertegun saat tahu sosok sebenarnya dari pria asal Kudus yang telah dipanggil sang Maha Kuasa ini.

Berdasarkan keterangan foto yang ditulis oleh Reza Jannata, sosok pria tersebut bernama Haris Hilmawan Jundany Al Hafid.

Ia bukanlah seorang pria biasa.

Pasalnya, ia adalah seorang penghafal Alquran.

Berikut ini keterangan foto yang ditulis oleh Reza Jannata.

“Kembalinya jazad seorang Hafidz Qur’an kehadapan-Nya dengan Tersenyum…

Innalillahi wainna ilaihi rojiun.

Telah meninggal dunia teman kami Ustadz Haris hilmawan jundany Al Hafidz. jam 11. dikudus.

Beliau Alumni Ma’had Aly Annuaimy Jakarta Selatan.

Menurut laporan beliau sakit sama sperti sakitnya Almarhum Olga Syahputra (meningitis).

Mohon doanya semoga Allah menerima amalnya dan mengampuni dosanya… Amin..,” bunyi caption Reza pada foto yang diunggahnya Selasa, (29/8/2017)

Mengetahui hal tersebut, netizen ramai-ramai memberikan doa.

“Senyumnya sangat indah , semoga beliau ditempatkan ditempat yang indah seperti hati dan senyumannya . amin ,”

“subhanallah. tersenyum..”

“Masyaa Allah mnghadap Allah dgn wajah trsenyum, smoga husnul khotimah surga mnanti mu.. Aamiin,”

“Subhanalloh sprt tidur, semoga dlm keadaan baik meninggalnya. Aminnn,”

“Subhanallah ,amin ya allah begitu tampan wajahnya,semoga allah tlah menyediakan surga firdaus untuk almarhum.,”

Adapula yang mengaku kenal dengan sosok penghafal Alquran itu.

“Tonggo ku kui min (itu tetanggaku min), lg tinggal nde mou jam 11 siang (meninggal tadi jam 11 siang) .mohon doanyaa .beliau hafidz quran dan pernah mendapat penghargaan dari duta besar arab saudi .alfatihah..” tulis akun bernama Arif.

jundani seangkatan aku pas di nuaimy dan Jandal kmren itu. Dia juga yg ngajak aku pertama kali naik gunung & berkali-kali naik gunung sama dia dulu itu..” tulis akun bernama zaynfathon.

Haris Hilmawan Jundany ini memiliki akun Instagram bernama aljundani.

Dan benar, pada 20 Mei 2017 lalu ia mendapatkan penghargaan dari duta besar Arab Saudi.

Almarhum juga dulunya adalah seorang pendaki dan pecinta gunung.

Sebelum meninggal pada 29 Agustus 2017 pukul 11.00 WIB, pada 1 Agustus 2017 lalu ia memposting foto terakhirnya di Instagram.

Terlihat ia tengah membawa sekarung sampah dari Gunung Merapi.

“Hanya melakukan sebagian kewajiban bagi para pecinta gunung.
“BAWA TURUN SAMPAH”

Gapura Gn. Merapi,” tulis Al Jundani pada keterangan fotonya.

Perbuatan baik yang ia lakukan semasa hidup, kita doakan semoga mendapat ganjaran dan pahala melimpah dari Allah SWT.

Selamat jalan, Al Jundani.. Sumber: tribunsolo.com

Tanda-tanda husnul khotimah

Ada beberapa husnul khotimah yang dirinci oleh para ulama berdasar dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Berikut tanda-tanda orang meninggal dalam kondisi husnul khotimah:

1. Seseorang yang mengucap kalimat ‘Laa ilaaha illallah‘

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;

“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallooh’ maka dia akan masuk Surga.” (HR. Abu Dawud)

2. Meninggal dengan keringat di dahi.

Berdasar hadits Ibnu Buraidah bin Hashib sebagai berikut ;

“Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa ia berada di Khurasan, ia menjenguk saudaranya yang sakit, ia menemuinya tengah sekarat dan dahinya berkeringat, ia berkata: Allaahu Akbar, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mu`min meninggal dunia dengan (mengeluarkan) keringat didahinya.” (HR. Ahmad)

3. Mati pada malam Jumat atau di siang hari Jumat

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam;

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jum’at atau pada malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

4. Orang yang meninggal karena tho’un (penyakit wabah atau sampar).

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

“Mati karena penyakit sampar adalah syahid bagi setiap muslim.”(HR. Bukhari)

5. Orang yang meninggal karena sakit perut, atau penyakit yang berhubungan dengan perut seperti; maag, kanker, usus buntu, kolera, disentri, bat ginjal dan lain sebagainya.

“Barangsiapa yang mati karena sakit perut maka dia adalah syahid.” (HR. Muslim)

6. Orang yang meninggal karena tenggelam, karena kejatuhan bangunan atau tebing.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

“Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

7. Orang yang meninggal dalam suatu urusan di jalan Allah (Sabilillah) .

Seperti seseorang yang meninggal dalam perjalanan dakwah atau meninggal sewaktu mengajar ilmu agama atau ketika melakukan amal kebajikan kepada sesama yang diniatkan ikhlas karena Allah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari diatas.

Fisabilillah adalah berjuang di jalan Allah juga dalam pengertian luas sesuai dengan yang ditetapkan oleh para ulama.

8. Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

“Terbu-nuhnya seorang muslim terhitung syahid, kematian karena wabah thaun terhitung syahid, kematian karena sakit perut terhitung syahid, kematian karena tenggelam terhitung syahid dan seorang wanita yang mati karena melahirkan anaknya terhitung syahid.” (HR. Ahmad)

9. Seseorang yang terbu nuh karena mempertahankan hartanya atau kehormatannya.

Abu Hurairah RA meriwayatkan;

Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam dan bertanya; “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau ada seseorang yang hendak mengambil hartaku?” Beliau bersabda, “Jangan engkau berikan hartamu!”

Bagaimana kalau ia melawanku?” Beliau bersabda; “Lawanlah dia!”, “Bagaimana kalau dia membu-nuhku?” Beliau bersabda; “Engkau syahid”, “Bagaimana kalau aku yang membu-nuhnya?” Beliau bersabda; “Dia di neraka!.” (HR. Muslim)

“Barangsiapa yang terbu nuh karena mempertahankan hartanya maka dia syahid, barangsiapa yang terbu-nuh karena memeprtahankan agamanya maka dia syahid, barangsiapa yang terbu-nuh karena mempertahankan nyawanya maka dia syahid dan barangsiapa yang terbu-nuh karena mempertahankan keluarganya maka dia syahid.” (HR. Tirmidzi)

10. Orang yang meninggal dalam keadaan mengerjakan kebaikan atau amal sholeh.

Seperti seseorang yang meninggal dalam keadaan sholat, melaksanakan ibadah haji, bersilaturahmi dan sebagainya.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

“Barangsiapa yang meninggal ketika mengucap ‘Laa ilaaha illallah’ ikhlas karena maka dia masuk Surga, barangsiapa yang berpuasa pada suatu hari kemudian meninggal maka dia masuk Surga, dan barangsiapa yang bersedekah ikhlas karena Allah kemudian dia meninggal maka dia masuk Surga.”

Itulah diantara tanda-tanda seserang meninggal dalam keadaan husnul khotimah, semoga apa yang sedang kita kerjakan dan apa yang sedang kita upayakan menjadi jalan kita untuk mendapat ridho Allah di surganya kelak.

About namiradistro

Check Also

Nissa Sabyan Bungkam Usai Isu Jadi Selingkuhan Diungkit, Pilih Pamer Foto Bukti Cinta Fans

Julukan Nissa Sabyan saat ini kembali marak jadi buah bibir. Alasannya rumor Nissa Sabyan jadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

8 − 3 =