Misqin Dan Tak Punya Rumah, Keluarga Dengan 3 Anak Ini Hidup Dalam Gerobak

Misqin Dan Tak Punya Rumah

Keluarga Dengan 3 Anak Ini Hidup Dalam Gerobak

Di dalam gerobak tidak ada makanan atau pun minuman. Apalagi barang-barang berharga, yang terlihat hanyalah selimut dan bantal kecil yang sudah lusuh.

Endang dan keluarganya yang hidup di gerobak

“Kalau tidur saat malam hari, memang pindah-pindah. Kadang di depan polda, Jalan R Sukamto dan tempat lainnya. Pastinya yang bisa berteduh dari hujan. Kalau tidur, memang kami semuanya tidak muat, jadi saya tidur di luar, sedangkan di dalam gerobak istri dan anak-anak saya,” ujar Endang yang polosnya menceritakan aktifitas kesehariannya sebagai manusia gerobak.

Jika saat mengitari jalan dan tiba-tiba kehujanan, Endang sudah mempersiapkan terpal. Namun itu sebatas untuk gerobaknya saja.

“Kalau pun hujan di jalanan, saya sudah siapkan terpal. Saya tidak apa kalau basah, yang penting anak dan istri saya jangan sampai kehujanan. Tapi kalau mandi setiap pagi, kami mandinya di kawasan BKB,” ujarnya.

Siti Aina (30), istri Endang, hanya tampak tersenyum ketika dibincangi.

Bahkan saat ditanyai kondisi kesehatan anak-anaknya selama hidup sebagai manusia gerobak, Siti dan Endang kompak menjawab belum pernah sakit.

“Alhamdulillah kami belum sakit. Mungkin sudah terbiasa hidup begini, jadi tidak pernah sakit. Anak-anak kami juga sementara ini kondisinya sehat-sehat saja. Memang kalau untuk makan sehari-hari itu makan seadanya. Pernah kami sekeluarga tidak makan sama sekali, baru keesokan harinya baru makan setelah plastik terjual,” ujar Siti yang tetap setia mendampingi suaminya meskipun hidup dalam kekurangan.

Hidup sebagai manusia gerobak dijalani Endang dan keluarganya dengan segala kekurangan. Bahkan untuk kebutuhan biologisnya, dilakukan di gerobak.

Anak ketiga Endang yang bernama Fatimah Azhara dan kini berusia tiga tahun, lahirnya pun di gerobak.

Hidup dengan segala kekurangan, tak membuat Endang dan Siti patah semangat untuk masa depan ketiga anak-anaknya.

Bahkan, Endang bertekad agar ketiga anaknya harus sekolah.

Anak pertama Endang bernama Auli Apriana berusia enam tahun, yang tahun depan akan didaftarkan Endang untuk sekolah.

Mengenai biaya sekolah, Endang bertekad akan mengumpulkan plastik sebanyak mungkin agar anaknya tetap bisa sekolah.

Anak keduanya bernama Muhammad Abdu Rahman berusia 4,5 tahun dan anak ketiganya bernama Fatimah Azhara berusia tiga tahun.

“Anak-anak harus sekolah. Anak saya yang pertama mungkin saya daftarkan sekolah SD di kawasan Talang Kelapa AAL. Memang untuk seragam sekolahnya, saya sedang usahakan untuk mencari rejeki lebih banyak lagi,” ujarnya.

About namiradistro

Check Also

Dagangan Dicuri sampai Harus Tahan Lapar, Kakek Penjual Mainan Ini Terus Berjuang Demi Sesuap Nasi

Meski banyak yang mengatakan bila masa tua adalah waktu untuk berisitirahat, sayangnya hal ini tak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × four =