Pemulung Ini Kaya Mendadak, Tak Sengaja Temukan Batu saat Kais Sampah, Ternyata Harganya Rp 9 Miliar

Rezeki memang tak tahu kapan datang dan waktunya.

Terkadang muncul dari hal yang tak diduga-duga.

Apalagi, rezeki itu didapat oleh masyarakat yang memang kesulitan ekonomi. Misalnya saja, pemulung.

Kali ini sebuah cerita kejadian fakta dialami seorang pemulung.

Ketiban rezeki lalu kaya mendadak setelah tak sengaja menemukan benda saat mengais sampah.

Seorang pemulung asal Thailand, Surachit Songzhu menjadi miliarder dadakan.

Ia secara tak sengaja menemukan bongkahan misterius ketika mengais sampah.

Ternyata benda misterius tersebut mempunyai nilai miliaran rupiah.

Dilansir dari Bastille Post, semuanya bermula saat Surachit tengah memunguti sampah di pinggiran pantai yang terletak di Provinsi Songkhla, Thailand.

Ketika dia dalam proses pencarian sampah, Sorachit secara nggak sengaja menemukan batuan besar berwarna abu-abu tersapu dari air laut.

Teksturnya yang aneh seperti lilin membuat Surachit curiga bahwa bongkahan itu bukanlah benda sembarangan.

Jadi ia memutuskan untuk membawanya pulang.

Sesampainya di rumah, ia lalu memberi tahu teman-teman dan kerabat untuk melihat temua yang diduga merupakan ambergris.

Teman-temannya pun datang untuk memeriksa keaslian benda itu dengan menggunakan metode sederhana untuk mendeteksinya.

Benda itu dibakar dengan korek api agar tercium aromanya.

Apabila bau yang keluar menyegarkan dan harum, maka bisa dipastikan benda itu adalah ambergris

Benar saja, ternyata bongkahan itu memang benar adalah ambergris alias muntahan ikan paus yang setelah ditimbang beratnya 37 pon atau sekitar 16,7 kg.

Menurut kondisi pasar, ambergris yang baik dijual seharga 14.500 poundsterling per pon (Rp290 juta).

Dan jika benda temuannya itu dinilai sebagai produk yang bagus oleh para ahli, harga jualnya mencapai 536.500 pound (Rp 9 miliar).

Ambergris sendiri adalah produk kering dari sekresi paus sperma.

Beberapa paus sperma akan mengeluarkannya melalui usus dan lainnya meninggalkannya di dalam tubuh.

Waduh, cuan semua nih sob! Kalau kalian nemuin benda itu dan laku terjual, kira-kira uangnya mau dipake buat apa nih?

Kasus serupa

S ukadi, jadi perbincangan dan pemberitaan banyak media massa setelah menemukan “harta karun”.

Nelayan asal Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, ini menemukan 200 kilogram diduga muntahan (Ambergris) Paus pada Kamis 2 November 2017.

Benda itu ditemukan Sukadi dalam kondisi mengapung di tengah Samudra Hindia.

“Awalnya saya sedang melaut bersama empat rekan. Tepatnya antara Pulau Dua dan Pulau Enggano saya melihat muntahan itu berserak di tengah laut,” kata Sukadi saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/11/2017).

Sukadi, nelayan Bengkulu penemu muntahan paus bernilai mahal.

Sukadi mengatakan, awalnya ia tidak tahu bahwa benda yang mengapung itu adalah muntahan paus.

Ia berinisiatif mengecek titik koordinat menggunakan global positioning system (GPS).

Sukadi mengira benda yang bertebaran itu adalah limbah.

“Saya cek GPS, saya kira itu limbah, lalu saya pungut dengan harapan membersihkan laut dari limbah,” ucapnya.

Namun, saat benda tersebut ia kumpulkan di perahu lalu dibawa ke darat, baru diketahui jika itu adalah muntahan paus.

Sukadi juga tidak mengetahui bahwa benda tersebut bernilai mahal.

Ia tahu setelah ia mengecek di video Youtube.

“Saya baru sadar, yang saya temukan itu adalah muntahan ikan paus bernilai mahal, maka hebohlah. Kalau saya biasa saja tidak heboh, tetapi orang lain banyak yang heboh,” ujarnya.

Sejauh ini benda yang diduga muntahan paus tersebut masih ia simpan di rumah dan belum ada yang terjual.

“Masih ada di rumah. Saya simpan sekitar 200 kilogram. Belum ada yang terjual, tetapi kalau ada yang berminat serius dengan harga yang cocok, maka saya jual,” ucapnya.

“Sudah banyak yang menghubungi saya namun belum cocok harga. Saya ingin di atas Rp 22 juta per kilogramnya, minimal Rp 30 juta per kilo lah,” ujar Sukadi, seperti dilansir dari harianrakyatbengkulu.com.

Ia menjelaskan, warna muntahan paus itu putih bercampur kekuningan.

Jika dirasa, seperti memegang lilin.

Saat dipanaskan, ia akan meleleh dan dapat digunakan untuk menghidupkan api.

Dalam beberapa literatur, muntahan paus berharga cukup mahal per kilogramnya, puluhan hingga ratusan juta.

Ambergris merupakan zat yang menumpuk di dalam usus paus.

Lama menumpuk dalam perut paus, zat tersebut menjadi padat seperti lilin dan berbentuk bongkahan.

Ambergris berbentuk solid seperti lilin dan mudah terbakar.

Zat ini sangat baik digunakan sebagai bahan pembuat parfum.

 

 

 

 

 

Sumber

About namiradistro

Check Also

Dicampakkan Saat Hamil Tua, Perubahan Wanita Cantiq Ini Pasti Buat Mantan Nyesal

“Suamimu pasti menangis melihat dirimu sekarang dan menyesal telah meninggalkan istri dan anak-anaknya,” kata netizen. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 12 =