Perempuan Tak Boleh Jadi Imam Laki-laki

Sejak masa Nabi Muhammad SAW perempuan menjadi imam sholat atas jamaah laki-laki dan perempuan belum pernah diketahui riwayatnya.

Dengan hal ini maka mayoritas ulama tidak membenarkan perempuan menjadi imam bagi jamaah laki-laki.

Akan tetapi mazhab Syafi’i membolehkan perempuan menjadi imam jika jamaahnya juga perempuan.

Keempat mazhab Ahlussunnah sepakat tidak sah sholat wajib laki-laki yang imamnya adalah seorang perempuan.

Dalam bukunya berjudul Islam yang Disalah pahami,

Prof M. Quraish Shihab menjelaskan mayoritas ulama berpendapat demikian sebab sholat adalah ibadah murni yang harus ada landasan dari Alquran dan sunnah.

Pada masa Nabi tidak ditemukan kasus perempuan memimpin sholat jamaah laki-laki, sehingga perempuan jadi imam terhadap laki-laki dalam sholat tidak dibenarkan.

Prof Quraish menjelaskan bahwa ada hikmah dibalik perempuan tidak boleh menjadi imam sholat bagi laki-laki.

Seperti agar menghindarkan gangguan konsentrasi saat sholat atau lelaki pada umumnya bisa bangkit gairahnya.

Konsentrasi lelaki bisa terganggu jika melihat perempuan di hadapannya yang rukuk dan sujud.

Sehingga sangat pas kalau perempuan ada di posisi belakang saat sholat berjamaah.

About namiradistro

Check Also

Berpura-pura Bahagia di Depan Orang Lain, Tapi Saat Sendiri Dia Menangis Sejadi-jadinya

Jangan kamu pikir dia yang begitu sumringah menampakkan senyum bahagia adalah benar orang paling bahagia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 − one =