Posisi 69 (Hubungan Suami-Istri) Menurut Islam

Berhubungan badan dengan posisi 69 yang sering dipertanyakan diberbagai kalangan. Apakah diperbolehkan/ dan bagaimana dalilnya didalam hadis dan Al-Qur’an?

Didalam syariat silam sangatlah fleksibel, dan ada istilah bahwa jika tak ada dalil yang mengharamkannya maka hukumnya boleh kecuali berdampak buruk atau memiliki mudarat yang besar.

Apakah posisi 69 lebih besar mudaratnya apakah lebih besar manfaatnya/ ternayta hal ini tergantung dari pandangan kita dan masing-masing prilaku orang lain.

Ada dua pendapat tentang hal ini

Ada yang Membolehkan dengan catatat tidak berdampak buruk

Ada yang Mengatakan Makruh Bahkan Lebih Condong Haram atau Dilarang

1. Boleh (mubah) dan Sunah

Segala sesuatu yang tidak ada larangan didalam Al-Qur’an maka hukumnya boleh. Sedangkan posisi 69 tidak diatur didalam Al-Qur,an maupun hadist sehingga hal ini diperbolehkan.

Kenapa diperbolehkan sebab takada satu dalilpun yang mengharamkan posisi 69.

Akan tetapi didalam ushul fikih ada ketentuan lain yaitu lebih mengutamakan manfaatnya dari pada mudaratnya segingga menghindari segala sesuatu yang mendatangkan mudharat.

Dalam hal ini menurut sebagian pendapat posisi 69 dalam islam adalah boleh selama kedua pasnagannya saling suka dan tak ada paksaan juga saling merasa bahagia.

Jika posisi 69 ini bsia membuat rumah tangga menjadi lebih bahagia sertamenjadi keluarga lebih harmonis juga penuh ketentraman maka hukumnya adakah boleh.

Hal ini juga yang disebut sakinah mawaddah warohmah, namun satu hal yang harus dijaga yaitu kebersiahan, sebelum mengambil posisi 69 harus benar-benar bersih.

Yang intinya adalah jika melakukan posisi 69 bisa menciptakan kebahagiaan serta mendatangkan manfaat juga keluarga yang sakinah mawadaah warohmah

maka justru akan mendapatkan pahal dan posisi seperti ini menjadi sunnah. Dalam al-Qur’an surat al-Baqoroh ayat 223 dijelaskan:

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُم مُّلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

“Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai.

Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya.

Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.” (QS. al-Baqaroh : 223)

2. Makruh dan Cenderung Dilarang

Adapun hukum posisi 6 yang kedua hal ini hukumnya makruh bahkan dilarang disebabkan dianggap menyalahi kodrat serta dianggap melawan fitrah manusia.

Karena manusia memiliki akal serta pikiran yang derajatnya lebih tinggi dari mahluk lainnya.

Ketika mulut atau lisan seseorang digunakan untuk berbicara, untuk bertutur kata yang baik serta membaca al-Qur’an atau kebaikan lainnya malah digunakan sebagai posisi 69.

Apalagi posisi 69 ini adalah gaya hidup orang barat yang liberal atau bebas.

Kesimpulannya adalah, Didalam syariat islam hukum posisi 69 bisa boleh bisa juga makruh sesuai dengan kondisi islam yang fleksibel. Dan didalam Al-Qur,an atau hadist pun tak ada dalil yang melarangnya.

About namiradistro

Check Also

Memelas Minta Bantuan Biaya Berobat ke Megawati Jadi Viral, Rekan Dorce Gamalama Justru Ungkap Fakta Berbeda Ini: ‘Dia Tidak Bayar Sama Sekali’

Viral di alat sosial pertanyaan Dorce Gamalama memohon dorongan penyembuhan pada Megawati Soekarnoputri. Lewat suatu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + seventeen =