Viral! 3 Wanita Ini Ngamuk-ngamuk di Momen Lebaran, Netter: Kebanyakan Makan Lengkuas Jadi Marah-marah

Baru-baru ini beredar video viral yang memperlihatkan tiga wanita mengamuk pada saat momen lebaran 2021. Hal tersebut tentunya membuat para warganet geger dengan tingkah laku mereka yang kasar kepada orang lain. Nah, kira-kira siapa saja sih mereka? Yuk, jangan lupa scroll, ya!

1. Emak-emak Ngamuk ke Kurir Gegara Salah Pesanan
video viral pertama merupakan kemarahan dari seorang emak-emak pada sang kurir. Video tersebut awalnya diposting di akun @bukuakik dan langsung menuai perhatian luas dari para netter.

Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita bergamis kuning memaki-maki kurir di depannya karena merasa barang tak sesuai dengan pesanannya. Tak hanya itu, dia juga mengancam sang kurir dan melontarkan kata-kata kasar yang tak seharusnya.

“Kalau ini sobek lu gue injek, kalau ini sobek lu yang gue matiin,” cetusnya sambil menudingkan tangannya ke arah sang kurir. Bahkan berkali-kali sang emak-emak ini juga mengucapkan kata “gob*ok” kepada sang kurir.

Rupanya, barang yang ia beli itu menggunakan metode COD atau Cash on Delivery alias bayar di tempat setelah barang diterima oleh si pembeli.

Namun karena merasa pesanannya tidak sesuai, emak-emak yang tidak jelas identitasnya ini langsung mengamuk pada kurir yang hanya bertugas mengantarkan barang.

“Sabar banget bung kurir,” tulis akun @bukuakik sembari menayangkan video bersangkutan, yang diunggah pada Sabtu (15/5) kemarin. Duh, kebanyakan makan daging kayaknya nih, jadi darah tinggian!

2. Wanita Seksi Ngamuk Gegara Diminta Putar Balik oleh Petugas Pos
Selanjutnya, video viral yang memperlihatkan wanita seksi berbaju kuning yang tak kuasa menahan amarahnya kepada petugas pos penyekatan mudik.

Video tersebut pun sudah beredar dan ditonton lebih dari dua juta warganet di akun gosip Lambe Turah pada Minggu (16/05/2021).

Dalam video tersebut, wanita berbaju kuning ini teriak-teriak layaknya pakai toak ke petugas. Bahkan saat diingatkan untuk pakai masker, dia makin marah dan memaki-maki petugas.

Karena tak kuasa menahan amarahnya, dia pun meluapkan emosi dengan membanting pintu mobil hingga dompet yang dipegangnya.

Menurut keterangan dari berbagai sumber, wanita itu awalnya ingin berlibur ke Pantai Anyer, namun berbohong dan mengaku kalau neneknya meninggal dunia.

Gegara tak ada bukti kuat, wanita ini pun disuruh putar balik oleh petugas penyekatan di JLS Ciwandan, Kota Cilegon. Alhasil, dia pun marah dan memaki para petugas penyekatan itu. Menurutmu bagaimana, Beauty?

3. Ibu-ibu Bawa Anak Ini Ngamuk Gegara dijegat dan Disuruh Putar Balik oleh Petugas Polisi
Video viral berikutnya, terlihat ibu-ibu bawa bayi dipangkuan yang ngamuk lantaran disuruh putar balik oleh polisi. Aksi wanita tersebut pun dikecam oleh para warganet.

Dalam video tersebut, awalnya terlihat seorang laki-laki di samping pengendara mengarahkan tangan kepada petugas yang melakukan penyekatan di daerah perbatasan Bogor dan Sukabumi.

Diduga, seorang laki-laki itu mencoba untuk merebut ponsel petugas yang merekam kejadian tersebut.

“Saya udah benar, saya udah benar, ikut pemerintah saya aturannya, udah jelas kan aturannya,” kata salah satu petugas.

Tak sampai di situ, seorang wanita berkacamata yang duduk dibelakang laki-laki tersebut juga mencoba meraih tangan kepada petugas tersebut sambil memaki-maki. Sementara di pangkuannya ada seorang anak yang masih bayi.

“Saya juga polisi keluarganya, eh, anjing lo ya,” ujarnya.

“Kok ngomong kasar,” kata petugas tersebut.

Gegara videonya yang viral itu, akhirnya ibu berkacamata ini pun minta maaf. Hal tersebut diucapkan langsung oleh Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif.

Ia mengatakan kalau Raminto dan Hesti yang merupakan warga Bekasi Selatan yang datang langsung ke Polres Sukabumi untuk meminta maaf, Minggu sore.

“Hari ini kita telah kedatangan secara sukarela ibu Hesti dan H. Raminto ke kantor Satreskrim Polres Sukabumi atas kejadian berita viral ibu-ibu memaki petugas kepolisian di pos penyekatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 15 Mei 2021 pukul 10.00 WIB,” katanya.

Lukman Syarif juga mengatakan kalau unsur melawan hukum yang dilakukan pria dan wanita asal Bekasi ini, termasuk undang-undang nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, pasal 216 KUHP tentang tidak menuruti perintah yang dilakukan menurut undang-undang, serta pasal 315 KUHP tentang penghinaan ringan.

“Perlu diketahui bahwa kedatangan ibu Hesti di Polres Sukabumi atas kesadaran pribadi beliau, dari hasil pemeriksaan penyidik, bahwa apa yang telah dilakukan ibu Hesti tersebut sudah masuk dalam unsur melawan hukum,” jelasnya.

Begitu juga dengan Briptu Febio Marcelino yang menjadi korban makian pria dan wanita itu telah memaafkan kejadian tersebut.

Duh, ada-ada saja ya, Beauty!

Beauty, suka topik artikel dari HerStory? Baca informasi menarik seputar wanita dan juga working moms lainnya di herstory.co.id segera, ya!

About namiradistro

Check Also

Sebaik Apapun Kita Tidak Akan Pernah Bisa Terlihat Sempurna di Mata Manusia

Di dunia ini, sebaik apapun kita pasti akan ada orang-orang yang tidak menyukai kita, pasti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × one =