Waktu mustajab berdoa di bulan Ramadhan, lengkap dengan hadisnya

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang menggembirakan bagi umat muslim di seluruh dunia. Bahkan mereka sangat menanti-nantikannya. Pada kesempatan ini seluruh umat muslim wajib menjalankan ibadah puasa. Tak hanya itu saja, di bulan ini juga menjadi kesempatan bagi muslim dan muslimah untuk memperbanyak amalan.

Di bulan suci Ramadhan, umat muslim bisa memohon ampunan pada Allah SWT. Pasalnya, pada bulan ini Allah SWT membuka pintu maaf serta taubat sebesar-besarnya bagi umat-Nya. Bahkan Allah mengabulkan keinginan umat-Nya yang lain, mulai dari keselamatan, kesehatan, mudah rezeki dan masih banyak lainnya.

Selain itu, Allah SWT juga menjanjikan pahala berlipat ganda bagi siapa saja yang mau memperbanyak amalan baik selama bulan Ramadhan. Amalan sendiri dapat diperoleh dengan berbagai cara, mulai dari melaksanakan ibadah lima waktu, bersedekah, membaca Alquran, zikir, istighfar dan lainnya.

Berbicara mengenai berdoa kepada Allah SWT di bulan Ramadhan, apakah ada waktu-waktu tertentu? Sebenarnya berdoa bisa dilakukan kapan saja, namun jika ingin lebih khusyuk bisa dilakukan di beberapa waktu berikut ini, seperti dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Kamis (15/4).

1. Berdoa saat sahur.

Sahur dilakukan pada sepertiga malam, pada waktu inilah doa-doa yang kamu panjatkan akan mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Sebelum melaksanakan sahur, kamu bisa melaksanakan sholat tahajud terlebih dahulu dan kemudian berdoa.

Seperti dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim, nomor 1145 dan 758. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.”

Doa yang dikabulkan oleh Allah SWT di sepertiga malam juga dijelaskan Ibnu Hajar. Dalam hadis di atas, Ibnu Hajar berkata:

“Doa dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).

2. Saat berpuasa.

Ketika berpuasa dan kamu memanjatkan doa, maka akan menjadi waktu yang tepat. Pasalnya orang yang sedang berpuasa dianjurkan untuk banyak berdoa agar mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.

Dalam hal ini, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadis ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya).

Hal ini juga dijelaskan Imam Nawawi rahimahullah, sebagai berikut:

“Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak doa demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan doa kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273).

3. Saat berbuka puasa.

Ketika berbuka puasa, cobalah untuk memanjatkan doa. Hal ini dijelaskan pada Hadis Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Kemudian dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) kembali menerangkan mengenai hal ini.

“Bahwa umat muslim yang berdoa di waktu berbuka puasa akan mudah dikabulkan Allah, sebab orang tersebut telah selesai menunaikan ibadahnya, yaitu dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri di hadapan Allah. Hal inilah yang disenangi Allah, sehingga setiap doa yang dipanjatkan umatnya dalam keadaan tersebut akan mudah diterima Allah”.

4. Ketika azan berkumandang.

Tentunya ini tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja, pada bulan-bulan lainnya juga merupakan waktu yang pas untuk berdoa. Seperti yang sudah diketahui, ketika azan berkumandang umat muslim dianjurkan untuk menjawab azan dengan mengucapkan lafal yang sama.

Seperti dalam Hadis Riwayat Abu Daud, Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda:

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar,1/369, berkata: “Hasan Shahih”).

Sumber Artikel: today .line.me/id/v2/article/Q0V1ke

About namiradistro

Check Also

Suami, Suapilah Istri Dan Anakmu Saat Makan, Lalu Lihat Bagaimana Rejeki Datang Melimpah Pada Keluarga

Amalan mudah ini seringkali ditinggalkan dan jarang sekal diamalkan, namun jika Anda istiqomah melakukannya, Insya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 5 =